PADANG  – Kisah memilukan menimpa seorang balita berusia 2 tahun bernama Maulana Arkan di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), persisnya di kawasan Kuncia, Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji.

Bocah tak berdosa ini harus menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh ayah kandungnya sendiri pada Minggu (17/5/2026). Akibat kejadian tersebut, sekujur tubuh kecilnya dipenuhi luka lebam hingga luka dalam.

Merespons cepat kejadian ini, Wali Kota Padang Fadly Amran langsung menginstruksikan jajarannya untuk bergerak. Kabag Pemerintahan Setdako Padang, Rina Melati, bersama Camat Kuranji, Rozaldi, segera menjenguk korban ke rumah sakit untuk memastikan kondisinya.

“Pemerintah Kota Padang hadir untuk memberikan pendampingan penuh dan memastikan hak-hak anak ini tetap terpenuhi. Saat ini, korban sedang menjalani visum dan perawatan medis,” tegas Rina Melati.

Tak sekadar menjenguk, Pemko Padang juga berkomitmen membereskan urusan administrasi sang bocah—mulai dari akta kelahiran hingga akses layanan kesehatan gratis. Demi pemulihan total Maulana, koordinasi lintas instansi termasuk dengan Polresta Padang, Dinas Sosial, dan DP3AP2KB pun langsung digeber.

Sementara itu, proses hukum kini berjalan cepat. Pelaku sudah dijebloskan ke Lapas Muaro Padang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Camat Kuranji, Rozaldi Rosman memastikan bahwa keluarga ini hanya memiliki Kartu Keluarga (KK). Sementara pasangan suami istri ini hanya nikah siri.

“Anaknya, Arkan juga tidak tercatat di kependudukan,” terang Camat.

Polisi dan Tim Medis Tahan Tangis

"Kita lihat ya... kita lihat ya...?" 

Begitu kata tim medis dan anggota Polresta Oadang saat mengecek kondisi tubuh Arkan sembari menahan tangis.

Diketahui, anak laki-laki usia 2 tahun itu dianiaya oleh ayah kandungnya sendiri. Ia berhasil di selamatkan oleh tim Polresta Padang berkat laporan dari tetangga. Benar saja, tim medis  menemukan luka serius di sekujur tubuh si anak. Seiring terungkapnya fakta memilukan tersebut, sang ayah rajatega sudah diamankan pihak Polresta Padang.


Arkan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Padang untuk diperiksa dan diberi perawatan karena kondisinya yang cukup mengkhawatirkan. Di awal terlihat kakinya memerah bekas tersiram air panas dan luka di bibir dan wajahnya.

Τidak ada anak yang pantas menerima rasa sakit, apalagi dari orang tua yang seharusnya melindungi dan mencurahkan kasih sayang.

Di usianya yang masih 2 tahun, seharusnya Arkan masih belajar memanggil "Ibu" dan "Ayah", bermain riang, bercanda tawa, tidur di pelukan hangat yang penuh kasih sayang. Tapi, dia justru harus belajar menahan rasa sakit. 

Saat pertama ditemukan, dia hanya diam, tidak menangis tidak melawan, tatapannya kosong. Seakan terlalu sering merasakan ketakutan.

Dan saat tim medis dan polisi itu membuka bajunya; terlihat luka bekas gigitan dan luka lebam di beberapa bagian tubuhnya. Bekas kekerasn yang sulit diterima oleh hati nurani manusia.

Saat itu semuanya terdiam, berkaca-kaca, karena yang ada di hadapan mereka saat itu bukan hanya sebuah laporan tindak penganiayaan terhadap seorang balita, namun ada seorang anak yang gagal mendapat tempat paling aman dalam hidupnya, yaitu "Rumah Sendiri".

Anak itu belum tahu arti kekerasan dan tidak tahu kenapa tubuhnya sakit. Dia hanya tahu, orang yg seharusnya memeluknya justru menyakitinya dengan memberikan begitu banyak luka. 

#rel/bin





 
Top