JAKARTA -- PT Krakatau Baja Konstruksi (KBK) bersama PT Adhi Karya (Persero) Tbk menyelesaikan Proyek Engineering Procurement Construction (EPC) Coal Handling Facility (CHF) Inpit Conveyor Banko (ICB) pada awal 2026. Kolaborasi kedua perusahaan ini menjadi bagian dari penguatan infrastruktur penanganan dan pengangkutan batubara di kawasan operasional proyek.

Dalam proyek tersebut, KBK dan Adhi Karya menjalankan pekerjaan secara terintegrasi mulai dari tahap engineering, procurement, hingga construction. Rampungnya proyek dinilai menjadi bukti sinergi kedua perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur industri yang mendukung efisiensi operasional sektor batubara.

Fasilitas Coal Handling Facility yang dibangun diharapkan mampu meningkatkan efektivitas sistem penanganan batubara sekaligus menunjang produktivitas kegiatan operasional di area proyek dan sekitarnya.

Sinergi EPC untuk Infrastruktur Industri

Plt Direktur Utama PT Krakatau Baja Konstruksi, Bobby Sumardiat Atmosudirjo, mengatakan penyelesaian proyek tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi konstruksi dan fabrikasi untuk sektor strategis nasional.

“Penyelesaian Proyek EPC Coal Handling Facility Inpit Conveyor Banko ini menjadi bagian dari upaya KBK untuk terus menghadirkan solusi konstruksi dan fabrikasi yang andal, berkualitas, dan mampu menjawab kebutuhan sektor strategis nasional,” ujar Bobby dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, keberhasilan proyek bersama Adhi Karya itu diharapkan semakin memperkuat posisi KBK sebagai mitra pembangunan infrastruktur industri, khususnya proyek-proyek yang membutuhkan kemampuan EPC terintegrasi.


Krakatau Steel Dorong Penguatan Industri Nasional

Sebagai bagian dari Krakatau Steel Group, KBK juga mendapat dukungan dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dalam memperkuat kapasitas industri nasional. Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, menilai penguatan KBK menjadi langkah strategis untuk memperkokoh sektor industri dalam negeri.

“Penguatan KBK adalah langkah nyata kami dalam memperkokoh kedaulatan industri nasional. Melalui sinergi grup yang solid, kami berkomitmen untuk meminimalkan ketergantungan pada produk impor dan membuktikan bahwa karya anak bangsa mampu menjawab tantangan teknik sipil yang paling kompleks dengan presisi kelas dunia,” kata Akbar.

Ia menambahkan, transformasi Krakatau Steel Group saat ini difokuskan pada dukungan terhadap percepatan industrialisasi nasional dan penguatan ketahanan ekonomi melalui sektor baja.

PT Krakatau Baja Konstruksi sendiri merupakan subholding Krakatau Steel Group yang bergerak di bidang produksi, pengolahan, trading, dan distribusi produk besi baja untuk kebutuhan konstruksi serta solusi baja terintegrasi bagi sektor infrastruktur dan properti.

#ksm/nov/ede




 
Top