JAKARTA -- Organisasi kemasyarakatan (ormas) GRIB Jaya membantah tuduhan bahwa ketua umumnya, Hercules, melepaskan tembakan dan mengintimidasi putri penulis buku Ahmad Bahar.

Sebaliknya, putri Ahmad Bahar yang berinisial F (33) justru diperlakukan baik selama berada di Markas DPP GRIB Jaya kawasan Kedoya, Jakarta Barat.

Hal itu disampaikan Kabid Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marselinus Gual dalam keterangan resmi, Kamis (21/5/2026).

Ia membantah tudingan bahwa GRIB Jaya melakukan penculikan dan penyanderaan terhadap F.

Menurut Marcelinus, kedatangan anggotanya ke rumah Ahmad Bahar di Cimanggis, Depok, dilakukan secara terbuka dan didampingi Ketua RW serta aparat kepolisian.

Ia menambahkan, persoalan Hercules dengan Ahmad Bahar sebenarnya sudah selesai melalui mediasi di Polres Metro Depok.

Marcelinus pun bersaksi bahwa Hercules adalah orang baik.

Buktinya, F sempat dijamu dengan makanan dan minuman saat berada di Markas DPP GRIB Jaya.

Ia pun meminta pihak Ahmad Bahar untuk tidak playing victim dan menyudutkan ormasnya.

“Pak Hercules itu orang baik, janganlah playing victim seolah semua kegaduhan ini bermula dari pihak GRIB Jaya. Padahal mereka yang provokator, cari pembenaran sana sini, menyudutkan GRIB Jaya dengan kalimat penculikan,” kata Marselinus, dikutip dari Kompas.com pada Jumat (22/5/2026).

Sementara itu, F sebelumnya mengaku mengalami intimidasi saat dibawa ke markas GRIB Jaya pada Minggu (17/5/2026).

Wanita berusia 33 tahun tersebut mengaku awalnya menolak ikut karena yang dicari adalah sang ayah.

Selain itu, F mengaku bahwa Hercules sempat melepaskan tembakan ke arah lantai sebanyak dua kali.

Ahmad Bahar pun tak terima dengan perlakuan yang dialami putrinya dan bersiap membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Saya udah bilang, saya gak mau ikut gitu kan. Ya karena kan yang dicari bapak,” kata F saat ditemui di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).

#trb/goz/bin





 
Top