ACEHTENGGARA, ACEH -- Pascabanjir bandang yang terjadi di Kabupaten Aceh Tenggara, saluran parit tersumbat material bebatuan.

Bukan hanya itu, jalan Nasional yang menjadi wewenang Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh berdebu dan bertaburan lubang, retak-retak, bergelombang, amblas di sejumlah titik. Namun, lubang maut yang ada di Jalan Nasional belum diperbaiki.

BACA JUGA: Pekerjaan Tol Padang - Pekanbaru Kembali Terhenti, Warga di Sumbar Blokir Jalan!

Kondisi ini tentunya membahayakan pengguna jalan di lintasan Jalan Nasional Aceh Tenggara - Gayo Lues dan Medan.

Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani SHI menilai, pihak BPJN Aceh di Kabupaten Aceh Tenggara lamban menangani saluran parit tersumbat material bebatuan banjir bandang, jalan berdebu dan jalan berlubang. 

KEPINGIN Gabung Jadi Biro Perwakilan Sumatrazone di Wilayah Anda? Dapatkan Aneka Fasilitasnya! Hubungi Kami via WA: +6283181675398. SYARAT RINGAN, QUOTA TERBATAS!

Padahal, anggaran rutin dari APBN tahun ini mencapai Rp 4 Miliar lebih yang dikelola oleh PPK 35 di Kabupaten Aceh Tenggara, namun, persoalan yang menjadi wewenang BPJN Aceh itu tak tuntas dan terkesan kerja asal-asalan saja dikerjakan setiap tahunnya.

Buktinya, lubang yang bertaburan di jalan Nasional dan saluran tersumbat sudah cukup lama dan pernah diperbaiki, rusak kembali.

"Saya minta Kejati Aceh usut anggaran rutin BPJN di Aceh Tenggara tahun 2021/2022 hingga 2023," tegas Askhalani melalui awak media setempat, Selasa (5/12/2023).

BACA JUGA: Olala! Sumbar Catat Rekor Paling Lambat Hubungkan Proyek JTTS!

Sementara itu, Staf BPJN Aceh di Kabupaten Aceh Tenggara Asbandi, menjawab konfirmasi awak media, mengatakan, saat ini di kawasan Desa Kuning sudah dikerahkan alat berat excavator mini untuk membersihkan material bebatuan yang tersumbat di parit.

Sedangkan jalan yang menempel bebatuan sehingga berdebu, mereka akan upayakan untuk menggorek tanah yang menempel di badan Jalan Nasional.

Menurut Asbandi, jalan-jalan yang berlubang akan mereka pacing secepatnya, karena saat ini mereka masih menunggu adanya aspal dari AMP.

Jadi, ini mereka kerjakan secara bertahap. Ada sebagian yang udah pernah dipacing. Namun, rusak kembali," katanya.

#trg/gia





 
Top