BANDARLAMPUNG -- Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Dr. Fitrianita Damhuri, S.STP.,M.Si, mengatakan semangat menulis di Indonesia terus tumbuh dan berkembang. Menurutnya, dunia kepenulisan nasional tidak pernah mati, justru makin hidup dan memberi ruang bagi lahirnya karya-karya yang memperkaya khazanah kebudayaan bangsa.
Pernyataan tersebut disampaikan Fitriani saat peluncuran buku dalam rangkaian Festival Cerpen Indonesia (FCI) 2025, Minggu (14/12/2025), sebuah ajang literasi berskala nasional yang diikuti lebih dari 5.000 peserta, termasuk warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri seperti Mesir, Timor Leste dan lain-lain.
Fitriani menyebut, karya-karya cerpen yang telah melalui proses kurasi ini diharapkan dapat menjadi bahan belajar, sumber inspirasi, sekaligus ruang refleksi yang sarat makna bagi masyarakat. “Cerpen bukan sekadar cerita pendek, tetapi wadah imajinasi dan pengalaman yang ditulis dengan kedalaman rasa,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur SIP Publishing sekaligus Ketua Yayasan Rumah Menulis Indonesia, Indra Gunawan, mengungkapkan bahwa Festival Cerpen Indonesia 2025 akan menerbitkan 40 seri buku cerpen yang memuat 1.100 cerpen terkurasi dan telah diedit. Selain itu, festival ini juga menggagas kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk pemecahan rekor MURI penulisan cerpen bertema antikorupsi.
“Dari ribuan karya yang masuk, sudah terpilih 200 besar, lalu disaring menjadi 15 besar. Para pemenang akan mendapatkan hadiah total senilai Rp15 juta,” kata Indra.
Ketua Panitia Festival Cerpen Indonesia 2025, Arsiya Henny Puspita, menambahkan bahwa antusiasme peserta tahun ini sangat luar biasa. Tercatat sebanyak 1.680 cerpen dikirimkan, dengan latar belakang penulis yang beragam, termasuk dari luar negeri.
Ia menjelaskan, rangkaian peluncuran buku akan dikemas dalam konsep wisata literasi, yang memadukan dunia sastra dengan budaya Lampung, seperti makan seruit dan interaksi dengan gajah Lampung. “Kami berharap festival ini dapat terus berlanjut dan menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem literasi Indonesia,” pungkasnya. (*)

