Oleh Omjay | Guru Blogger Indonesia


DI ZAMAN sekarang, kata koding terdengar di mana-mana. Di sekolah, di media sosial, bahkan dalam obrolan orang tua yang mulai khawatir anaknya “ketinggalan zaman”. Banyak yang menganggap koding itu sulit, hanya untuk anak jenius matematika, atau khusus calon programmer. Padahal, koding bisa dipelajari siapa saja, bahkan dengan cara yang sangat sederhana.


Koding bukan tentang menjadi ahli komputer. Koding adalah tentang belajar berpikir.


Koding Itu Apa, Sih?


Secara sederhana, koding adalah cara kita memberi perintah kepada komputer agar melakukan sesuatu. Sama seperti kita memberi instruksi kepada manusia. Bedanya, komputer hanya paham perintah yang jelas, runtut, dan logis.


Misalnya:


Jika lapar → makan


Jika hujan → pakai payung


Itu sudah termasuk logika koding dalam kehidupan sehari-hari.


Maka sebenarnya, tanpa sadar, kita sudah sering “ngoding” dalam pikiran kita.


Kenapa Harus Belajar Koding?


Belajar koding bukan semata-mata agar anak menjadi programmer. Manfaat terbesarnya justru ada pada cara berpikir.


Dengan belajar koding sederhana, kita akan terbiasa:


Berpikir logis – tidak asal menebak

Berpikir runtut – langkah demi langkah

Menyelesaikan masalah – bukan menghindarinya

Sabar dan teliti – karena satu kesalahan kecil bisa berpengaruh besar

Inilah keterampilan abad ke-21 yang sangat dibutuhkan, bukan hanya di dunia teknologi, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.


Koding Tidak Harus Pakai Laptop Mahal


Banyak yang langsung minder duluan sebelum mulai belajar koding. Alasannya klasik:

“Tidak punya laptop canggih.”

“Tidak bisa bahasa Inggris.”

“Sudah tua, sudah telat.”


Padahal sekarang, belajar koding bisa dimulai dari:


HP


Aplikasi gratis


Game edukatif


Bahasa visual (blok-blok)


Untuk anak-anak dan pemula, koding bisa dikenalkan lewat Scratch, Blockly, atau bahkan lewat permainan logika sederhana.


Contoh Koding Sederhana dalam Kehidupan


Agar mudah dipahami, mari kita lihat contoh koding tanpa komputer.


Tujuan: Membuat teh manis


Ambil gelas

Masukkan gula

Masukkan teh

Tuang air panas

Aduk

Jika langkahnya salah, misalnya air panas dituangkan dulu sebelum gula dan teh, rasanya akan berbeda. Inilah yang disebut algoritma—urutan langkah yang harus benar.


Dalam koding komputer, konsepnya sama. Hanya saja, kita menuliskannya dalam bahasa yang dimengerti komputer.


Guru dan Orang Tua Jangan Takut Koding


Bagi guru dan orang tua, koding sering dianggap momok. Padahal justru kitalah yang harus menjadi pendamping pertama anak-anak dalam dunia digital.


Tidak perlu langsung menguasai semuanya. Cukup:


Mau belajar bersama


Mau bertanya


Mau mencoba


Mau salah, lalu memperbaiki


Anak-anak akan belajar lebih cepat ketika melihat orang dewasa di sekitarnya juga berani mencoba.


Koding Bukan Menggantikan Nilai, Tapi Menguatkan


Belajar koding tidak akan menghilangkan nilai-nilai karakter. Justru sebaliknya. Koding mengajarkan:


Kejujuran (kode tidak bisa bohong)


Tanggung jawab (salah kode, salah hasil)


Kerja keras (debugging itu butuh kesabaran)


Kerja sama (banyak proyek koding dikerjakan tim)


Koding bisa berjalan seiring dengan pendidikan karakter, literasi, dan akhlak.


Mulailah dari yang Sederhana


Tidak perlu menunggu sempurna.

Tidak perlu menunggu ahli.


Mulailah dari:


Logika sederhana


Permainan edukatif


Tantangan kecil setiap hari


Karena dari langkah kecil itulah, lahir generasi yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi.


Penutup


Yuk, kita belajar koding sederhana.

Bukan untuk menjadi hebat hari ini,

tetapi untuk lebih siap menghadapi masa depan.

Karena di dunia yang serba digital, yang terpenting bukan siapa yang paling pintar,

melainkan siapa yang mau belajar dan terus mencoba.



Salam blogger persahabatan

Wijaya Kusumah – omjay

Guru blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com





 
Top