AGAM, SUMBAR -- Kepolisian Resor (Polres)  Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) meminta masyarakat segera melapor apabila ada  anggota keluarga diduga hilang atau belum ditemukan di kawasan Gunung Marapi pasca erupsi. 

"Apabila ada anggota keluarga yang diduga ikut mendaki saat terjadinya erupsi, kami imbau segera melapor," kata Kapolres Bukittinggi Kombes Pol. Yessi Kurniati di Kabupaten Agam, Rabu (6/12/2023).

BACA JUGA: Update Pencarian Korban Erupsi Gunung Marapi Sumbar Selasa 5 Desember 2023

Ia menginformasikan, masyarakat dapat melapor langsung ke kantor polisi terdekat atau posko pencarian yang terletak di Nagari (desa) Batu Palano maupun posko Disaster Victim Identification (DVI) yang berada di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi.

KEPINGIN Gabung Jadi Biro Perwakilan Media Online Sumatrazone di Wilayah Anda? Dapatkan Aneka Fasilitasnya! Hubungi Kami via WA: +6283181675398. SYARAT RINGAN, QUOTA TERBATAS!

Kapolres Bukittinggi perlu menginformasikan hal tersebut guna mengantisipasi adanya korban Gunung Marapi, namun tidak masuk dalam daftar booking online Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumbar.

Apalagi, ujarnya, berdasarkan data pihak Nagari Batu Palano diperkirakan korban hilang atau yang belum ditemukan hingga hari keempat lebih dari lima orang. Sementara, merujuk data BKSDA pendaki yang belum ditemukan satu orang.

BACA JUGA: BEREDAR Rekaman Video 2 Pendaki Perempuan Terjebak Erupsi di Puncak Marapi Sumbar

Hal itu juga diperkuat jalur masuk ke Gunung Marapi yang cukup banyak, terutama yang tidak resmi. Kemudian, khusus pencarian hari keempat tim gabungan akan menyisir di sekitar puncak kawah sampai ke Taman Edelwais hingga ke Puncak Merpati.

Ia menegaskan apabila tim menemukan lebih dari satu orang korban, personel gabungan akan mengevakuasinya ke bawah untuk proses identifikasi.

"Apabila kita menemukan lebih dari satu korban tentu akan kita evakuasi, kemudian diidentifikasi tim DVI," kata dia.

#ant/bin








 
Top